Saya sudah menelusuri sejarah sepeda milik Bapak Wi Tantra yang satu ini lebih dari sebulan dan saya rasa termasuk yang tersulit untuk di lacak sejarahnya, namun paling berkesan bagi saya.
Sepeda yang satu ini mempunyai emblem bertuliskan “Rijnstroom” dan mempunyai frame dengan tulisan “Hulsmann” pada bagian dropout sebelah kanannya, nah nama “Hulsmann” bukan kali pertama saya menemukannya dalam pertanyaan yang dikirimkan oleh Onthelis kepada saya. Setidaknya sudah ada tiga sepeda yang memilki nama ini pada bagian droput kanannya, yaitu sepeda dengan Trademark “Benzo”, Trademark “Vesting” milik Bapak Dony Sugiarto dan Trademark “Aro Fort” milik Dedi Supriyatna sebagaimana pernah saya bahas sebelumnya.


Setelah sedikit penelusuran saya menemukan frame sepeda dengan nama ini adalah buatan seorang jenius dalam desain frame Sepeda, mopped dan motor bernama J.D Hulsmann dan nama perusahaannya adalah Rijwiel- en Motorenfabriek JD Hulsmann yang terletak di Schiedam Belanda. Ia telah merakit sepeda sejak 1904 dan khusus untuk sepeda pada Tanggal 21 Mei 1926 mengumumkan bahwa perusahaannya hanya akan fokus mendesain serta membuat Frame Custom pesanan untuk perusahaan lain. Mengapa saya bilang orang ini adalah seorang Jenius? Karena hampir semua rangka, terlebih sepeda motor dan moppednya di desain dengan sangat baik, kuat dan tidak melupakan sisi estetika, bahkan desain frame buatannya menjadi tolak ukur dari desain frame saat ini. Berbeda dengan pembuat frame pada umumnya saat itu, ia bukan seorang tukang contek, setidaknya beberapa paten ciptaannya untuk pengembangan beberapa bagian dari frame adalah karya original dan sangat maju untuk masanya.
Diantaranya pada Tahun 1914 ia mematenkan poros bottom bracket ciptaannya sendiri, pada Tahun 1936 ia menciptakan seatpost yang dapat diatur dan terlihat sangat modern untuk masanya, pada Tahun 1950 ia menciptakan frame yang juga berfungsi sebagai knalpot dari sepeda motor, ia juga menciptakan frame dengan fork teleskopik, fork dengan swing arm dan suspensi swingarm belakang.


Diantara framenya yang terkenal tangguh adalah frame yang digunakan pada sepeda Benzo, sepeda Aro Fort yang digunakan oleh Kepolisian dan Militer Belanda, dan Mopped Berini M13 dengan desain frame goosneck.
Sepeda motor buatan Hulsmann kini sangat di cari oleh kolektor dan dalam sebuah buklet berjudul “Sejarah Sepeda Motor Belanda” oleh Piet Cornet dari Penerbit De Alk, Alkmaar, menyebut Hulsmann sebagai merek sepeda motor paling penting yang pernah di Produksi oleh Belanda, bahkan saking baiknya Tehknik desain frame yang digunakan oleh Hulsmann prototype sepeda motornya yang bernama Villier dibuat secara rahasia di pabriknya pada Tahun 1954, sayangnya pabrik Hulsmann hanya bertahan sampai 1955 dan sepeda motor prototype ini kini adalah yang paling di cari oleh kolektor.
Jenius kedua yang memberikan sumbangsih dalam pembuatan sepeda Rijnstroom ini adalah Abraham Alt, beliau adalah pendiri pabrik pelopor pembuatan sepeda A.Alt Rijwielfabriek pada Tahun 1922 dan dari beberapa iklan surat kabar yang saya dapat perusahaan ini telah memulai kampanye penjualan Rijnstroom sejak 1924 sampai 1948.
Seakan bersaing popularitas sebagai Jenius dengan Hulsmann, Abraham Alt juga bukan seorang desainer frame ikut ikutan, setidaknya semasa hidupnya ia telah mendesain sendiri Fork, swingarm, rem, kunci, dan setangnya, serta tidak hanya itu ia juga menciptakan sepeda dengan dua rantai penggerak yang perputaran rodanya diatur dengan roda gila dan frame sepeda girder unik berkualitas tinggi yang kini menjadi incaran para kolektor dengan Trademark milik Quadrant Cycle Company asal Coventry Inggris dan semua sepeda buatannya di cat secara custom oleh pabriknya.

Selain memproduksi sepeda dengan trademarknya sendiri seperti Nelson, Flora dan Odeon, perusahaan ini juga membuat sepeda untuk perusahaan lain selain Rijnstroom, seperti Van Duyn dari Katwijk, perusahaan Tilburg dari Den Haag, perusahaan Adek Amstel, Nederlandse Kroon anak dari perusahaan perdagangan RS. Stokvis dari Rotterdam, bahkan tercatat pada Tahun 1939 perusahaan juga memproduksi sepeda untuk Militer Belanda.
Lalu siapa sebenarnya pemilik Trademark dari Rijnstroom sendiri? Dari sebuah Katalog yang di sediakan oleh pemiliknya atas bantuan seorang kolektor asal Belanda Gerrit ditemukan nama pemilik trademark ini adalah sebuah Perusahaan Trading asal Alphen a/d Rijn bernama NV. Handelmaatschappij Rijnstroom, namun betapa mengejutkan setelah melalui beberapa penelusuran menemukan bahwa perusahaan ini ternyata adalah Anak Perusahaan Era Kolonial yang jauh lebih tua di Indonesia bernama NV. Borneo Sumatra Maatschappij-Wehrry yang di dirikan pada Tahun 1884 di Den Haag dan bangunan kantornya yang tersebar di Indonesia kini telah menjadi cagar budaya. Antara lain bangunannya yang terkenal adalah di Padang, Semarang dan Jakarta, serta sampai saat ini anda masih bisa mengunjungi salah satu lokasinya yang terletak di samping Fortune Star Function Hall dan Gudangnya yang kini menjadi Museum Wayang (sebelumnya pernah menjadi gereja) di Kota Tua Jakarta.
Nah, dari sejarah diatas dapat diperkirakan rentang waktu pembuatan sepeda ini adalah antara 1924 (mungkin lebih awal) sampai dengan tidak lebih dari 1955 (mungkin lebih awal) ketika J.D Hulsmann menutup pabriknya. Kenapa tidak seumuran dengan perusahaan A. Alt atau Rijnstroom sendiri yang masih berdiri sampai memasuki era modern? Karena petunjuk pada Frame merujuk kepada J.D Hulsmann. Namun terlepas dari rentang waktu pembuatannya, satu hal yang pasti sepeda ini dibuat oleh para jenius pembuat sepeda pada masanya dan Trademarknya milik salah satu perusahaan era kolonial yang memiliki sejarah kental di Indonesia.
Demikian hasil penelusuran sepeda pada pagi ini, selamat pagi dan sampai jumpa pada penelusuran sejarah sepeda berikutnya!