Sepeda milik Bapak Iwan Bonick Bonick ini cukup membuat kesulitan mencari sejarahnya melalui literatur asing, namun telusur punya telusur sesuai dengan emblemnya yang tertulis “RIJWIELHANDEL AVIS SOERABAIA” memang artinya ini tidak bisa diterjemahkan dengan persepsi lain selain dari segi linguistic atau ilmu bahasa.




Penemuan sepeda era kolonial dengan Trademark yang tidak menggunakan nama Perusahan Manufaktur Sepeda telah beberapa kali dalam sebulan ini saya temukan, diantaranya Caro Import Mij, Insulinde, Linteves Stokvis dan paling terakhir adalah Rijnstroom, tentunya dalam mengungkap sejarah dan umurnya memerlukan upaya ekstra dari saya, namun saya menyukainya karena menelusuri latar belakang Trademark seperti inilah yang dapat mengasah kemampuan dan pengetahuan saya untuk berbagi dengan anda para pembaca.

Adapun untuk penelusuran kali ini saya menemukan pembuat sepeda ini tidak lain adalah perusahaan Retail Sepeda N.V Rijwielhandel J.J.W AVIS yang pernah mendapatkan reputasi yang baik sebagai retailer sepeda Fongers yang digunakan oleh Tentara, Pegawai Pos, Telegraf dan Polisi pada era kolonial Belanda, setidaknya sebelum pengadaan di ambil alih oleh Juncker dan HIMA, hal ini secara gamblang di umumkan pada Surat Kabar De Tijd : godsdienstig staatkundig dagblad, edisi 29 Desember 1913.
Dari penelusuran saya melalui Algemen Adresboek Tahun 1918 dan Iklan dalam Surat Kabar Sinpo Tahun 1922 ditemukan Perusahaan ini benar berada di Surabaya dan berada di Jalan Simpang Nomor 14 Embong Kaliasin, namun pada Buku Telefoongids Soerabaja Tahun 1937 kelihatannya Perusahaan ini berpindah lokasi ke Pasar Besar Nomor 31 yang kini daerahnya di sebut Alun-alun Contong Bubutan. Dalam artikel Surabaya Sore Tanggal 1 Agustus 2013 terdapat sebuah foto yang behasil di dapatkan oleh Jos Rietveld dari Arsip Kota Gronigen menggambarkan situasi di depan Kantor Perusahaan J.J.W AVIS dengan jajaran sepeda Fonger yang diperjual belikan pada Tahun 1930.

Frame sepeda ini mungkin benar berasal dari hasil import, karena pada salah satu Iklan yang saya temukan Avis menjamin keunggulan pipa tabung, cat dan pelapisan nikel yang di gunakan serta ban yang digunakan berasal dari Michelin asal Inggris. Sesuatu yang mengherankan jika melihat iklan sepeda ini adalah harga kredit sepeda ini yang sebenarnya tidak terlalu jauh selisih harganya dari sepeda Fongers Tipe Pertama Model Perempuan E, tentunya ini merubah persepsi soal kualitas sepeda ini, karena tipe pertama model E sebelum 1921 adalah termasuk sepeda mahal dan High End.


Soal umurnya saya hanya dapat mengkompulir beberapa iklan sepeda Avis yang di mulai dari Tahun 1920an, entah ini adalah batas penjualannya atau perusahaan tersebut berhenti mengiklankan sepeda Avis ini, tetapi terlepas dari itu menurut saya sepeda ini bernilai unik dan memiliki sejarah yang kental dengan Kota Surabaya di masa lampau karena dapat menggunakan nama Surabaya dalam emblemnya seperti Tropical Samarang yang sebelumnya pernah saya bahas.
Sampai jumpa dalam penelusuran sepeda berikutnya!

